Gairah Menulis Puisi

 

Resume Pertemuan Ke-5 
Pelatihan Menulis PGRI Gelombang 25 dan 26




Bismillah, pertemuan ke-5 dalam pelatihan menulis PGRI gelombang 25 dan 26 ini disampaikan oleh seorang narasumber yang hebat, beliau adalah Ibu Dra. E. Hasanah, M.Pd.  Sekarang Beliau sedang menyelesaikan Pascasarjana Ilmu Pendidikan (S3) di UNINUS Bandung. Dan dipandu oleh moderator yang sangat cakap, beliau adalah Bapak Dail Ma’ruf yang membuat kegiatan pelatihan menulis PGRI gelombang 25 dan 26  pertemuan ke-5 semakin hidup dan penuh antusias. Materi pada pertemuan kali ini bertemakan “Gairah Menulis Puisi”

1     Pengertian Gairah Menulis Menurut KBBI

Gairah artinya keinginan (Hasrat, keberanian) yang kuat , bersemangat.

Menulis artinya aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media Bahasa atau menulis juga melahirkan pikiran atau perasaan lewat Bahasa.

Jadi gairah menulis menunjukkan pada aktivitas mengungkapkan keinginan yang kuat untuk mengungkapkan gagasan dan melahirkan pikiran atau perasaan lewat bahasa.

2      Pengertian Puisi Menurut KBBI

a.         Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

b.   Gubahan dalam Bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

c.          Sajak

      --bebas puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik;

--dramatik sas puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang.

--lama puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal;

--mbeling sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; sajak main-main.

3      Puisi Menurut H.B. Jassin

Suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

4    Jenis Puisi

a.    Puisi Lama

Puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

1)       Tidak diketahui nama pengarangnya.

2)       Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan.

3)       Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris di tiap bait.

Jenis puisi lama

1)       Mantra

Yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Contoh: mantra untuk mengobati orang dari makhluk halus.

Sihir lontar pinang lontar

Terletak diujung bumi

Setan buta jembalang buta

Aku sapa tidak berbunyi

2)       Pantun

Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.

Contoh pantun nasihat

Sungguh elok emas permata

Lagi elok intan baiduri

Sungguh elok budi bahasa

Jika dihias akhlak terpuji

3)       Seloka adalah pantun yang berkait atau bertaut

Contoh

Sudah bertemu kasih saying

Duduk terkurung malam dan siang

Hingga setapak tiada renggang

Tulang sendi habis terguncang

4)       Talibun adalah pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8, atau 10 baris.

Contoh:

Anak orang di padang tarap

Pergi berjalan ke kebun bunga

Hendak ke pekan tiap hari senja

Di sana sirih kami kerekap

Meskipun daunnya berupa

Namun rasanya berlain juga

b.    Puisi Baru

Puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas daripada puisi lama dalam sejumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri puisi baru

1)       Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama).

2)       Persajakan akhir yang teratur.

3)       Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola lain.

4)       Sebagian puisi empat seuntai (baris).

Jenis puisi baru

1)        Balada, yaitu puisi berisi kisah/cerita.

2)   Himne, adalah puisi pujaan untuk menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.

3)     Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.

4)        Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.

5)        Romansa, adalah puisi yang berisi luapan cinta kasih.

6)        Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

7)        Satire, yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik.

“Mari kita tetap menjaga gairah untuk tetap belajar dan belajar juga agar menjadi penulis hebat ada 3M yakni menulis, menulis, menulis,” ucap Ibu E.Hasanah saat mengakhiri pemamparan materi.

Demikian resume yang dapat saya tulis dari pelatihan menulis PGRI gelombang 25 dan 26 pertemuan ke-5 yang bertemakan” Gairah Menulis Puisi” semoga bermanfaat bagi para pembaca dan dapat termotivasi untuk menulis puisi.

 

 


Komentar

  1. Hebat, resumenya lengkap. Terus bergairah dalam belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Saling menyemangati njeh Bu 🙏

      Hapus
  2. Resumenya mantap bu Ita...
    Keep Spirit... 💪💪💪🌹🌹

    BalasHapus
  3. Mantap Bu, tetap semangat . Kunjungi blog saya ya 😊🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadikan Menulis Sebagai Passion