Resume ke-2 Pelatiahan Belajar Menulis PGRI
Gelombang 25 dan 26
Hari : Jumat, 20 Mei 2022
Narasumber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Moderator: Widya Setianingrum
Tema : Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Menulis sebagai Passion yang menjanjikan. Kemampuan
menulis dipandang sebagai indicator intelektualitas dan kematangan dalam berpikir.
Menulis tidak hanya perkerjaan seorang guru bahkan siapa saja bebas untuk
menulis namun sebagai seorang guru dituntut secara professional untuk terus
menulis agar keterampilan menulis ini tidak berhenti dan terus terlatih.
Kendala
dan Hambatan dalam menulis
Banyak kendala dan
hambatan yang sering dihadapi saat menulis, antara lain:
1.
Memulai untuk menulis,
2.
Merasa tidak memiliki bakat dalam menulis,
3.
Tidak memiliki ide dan kalaupun ada ide selalu
disimpan dalam hati saja,
4.
Keberatan atau tidak mau dikritik,
5.
Tidak suka menulis,
6.
Tidak memiliki waktu khusus untuk menulis
Mengapa
Kita Menulis?. Banyak jawaban mengapa
kita menulis. Lebih filosofis dan berhubungan dengan visi misi hidup kita
didunia juga dengan menulis kita mampu dikenal dunia.
Bagaimana
kita menulis?. Niat. Dimulai dengan
niat dan dilakukan secepatnya
Langkah-langkah
menjadi seorang penulis yang baik adalah:
1.
Membaca, untuk menjadi seorang penulis
yang baik, kita perlu banyak membaca buku baik bersifat umum maupun khusus.
2.
Diskusi, hal ini penting dilakukan
karena ide dan gagasan sering muncul saat diskusi terjadi atau sering muncul
saat mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau
dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor
menulis yang tepat,
3.
Lihat dan baca ( Look and feel), melihat segala
kejadian baik secara langsung maupun tidak atau apa yang kita lihat dan kita
baca dari berbagai media,
4.
Socialize, berapa banyak pengethauan atau
informasi, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap
Writing
Preparation
1.
Menggali dan menemuka gagasan / ide, kegiatan
ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa
yang terjadi, imajinasi maupun melalui kajian Pustaka. Untuk mempermudah proses
penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming,
2.
Menentukan Tujuan, Genre dan segmen pembaca,
sasran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna
tulisan. Selain itu kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan
marketable,
3.
Menentukan Topik, misalnya tujuan menulis
untuk memberikan informasi yang benar tentang Kesehatan. Genrenya tulisan
popular. Jika sasarannya adalah orang tua (manula), maka penulis bisa
menentukan tulisan misalnya dengan topik “hidup sehat diusia senja”. Jadi
sesuaikan topik dengan sasaran pembaca secara linier,
4.
Membuat Outline, kerangka tersebut
menunjukan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan
garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan
yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan dan penekanan.
5.
Mengumpulkan Bahan Materi / Buku, penulis
wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif
dan referensi. Selain itu, agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat
dikembangkan. Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan
sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.
6.
Penulis harus Sabar. penulis pemula
sebaiknya lebih focus pada ketekuna dalam proses menulis, tulislah semampu kita
terlebih dahulu, jangan berfikir harus sempurna dan jangan terlalu idealis.
Setelah menyelesaikan
naskah kasar dari buku yang kita tulis tahapan yang harus dilewati hingga
terbitnya buku adalah:
1.
Editing, pada tahapan ini membahas tentang:
a.
Membaca ulang,
b.
Menyempurnakan draf
2.
Revising
a. Mengubah
beberapa bagian naskah
b. Melengkapi
naskah
c. Mengevalusi
Kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulisan
3.
Publishing
a. Pengiriman
naskah
b. Pracetak
(perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading)
c. Pencetakan
d. Promosi
dan distribusi
Walaupun pertemuan ke-2 ini masih melalui WA grup namun
peserta Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 25 dan 26 sangat berantusias
sekali, ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya. Semoga resume
pertemuan ke-2 dengan tema “Menulis menjadi Passion” lebih terinspirasi, termotivasi dan
meningkatkan gairah menulis kita yang selama ini hanya diotak saja. Semoga
bermanfaat untuk pembaca semua. Amin…..
Komentar
Posting Komentar